Cerita dan cara menyapih Fais di usia 2 tahun

Perkara menyapih ini ga pernah mama pikirkan sebelumnya. Mama kira, Fais nanti akan berhenti menyusu dengan sendirinya ^^ Tapi saat usia Fais masuk 1,5 tahun, mama mulai khawatir karena Fais masih kuat menyusu langsung/ nenen sama mama.

“Bagaimana nanti cara menyapih Fais ya?”

Walaupun terus kepikiran cara menyapih Fais, tapi mama ga melakukan apa-apa xD Mama takut Fais trauma kalau dipaksa berhenti. Mama juga masih nyaman menyusui Fais karena mama merasa saat menyusui ini adalah bonding terkuat antara Mama dan Fais. Mama tetap memberikan ASI, hanya saja mama mengurangi intensitas menyusui Fais. Fais hanya nenen saat mau tidur atau setelah makan saja, tadinya bisa 2-3 jam sekali. 

Fais ga suka susu formula, jadi ga ada pengalihan dari menyusu ASI ini. Mama sudah beberapa kali ganti merk susu (dari yang mahal banget sampai yang biasa) dan ganti variant rasa yang berbeda (vanilla, cokelat, strawberry, madu) tapi Fais belum dapet yang pas. Fais juga ga begitu suka cemilan, tapi sesekali biskuit atau kokokrunch bisa Fais jadikan cemilan. Tapi tetap ga bisa menggantikan ASI.

Sekitar usia Fais 1,8 tahun, mama mulai sounding ke Fais, “Fais, nanti kalau HBD (ulang tahun), Fais ga nenen lagi yaa..” Kadang Fais bilang “Iya, Ma”, kadang cuma diam trus main lagi. Mama dan papa sering bilang begitu ke Fais, hampir setiap hari atau saat menjelang tidur/ pillow talk bersama Fais.

Setelah ulang tahun ke-2 Fais, Fais masih nenen juga. Pernah dicoba, Fais tidur sama papa, mama di ruang lain dulu sampai Fais tidur dan ternyata sukses, Fais bisa tidur malam tanpa menyusu. Jam 3 pagi atau menjelang subuh, Fais suka kebangun minta menyusu dan marah-marah kalau ga dikasih nenen 😅 Mama kasih Fais minum dan gendong-gendong Fais sampai Fais tidur lagi. Tapi situasi seperti ini cuma bertahan 3 hari dan Fais kembali nenen.

Setelah seminggu lebih dari target menyapih, mama mulai kepikiran untuk uji coba cara menyapih. Pertama mama memakai plester luka di payudara. Mama bilang, “Lagi sakit sayang, ga bisa nenen dulu yaa.. Fais kan sekarang sudah HBD, sudah berhenti nenennya, minum aja yaa..”. Dan plester yang menempel pun ‘diklotek’/ dilepas sama Fais 😆

Percobaan pertama gagal, besoknya Mama mengoles lipstik merah di payudara mama. Bilang hal yang sama kalau mama sedang sakit. Fais malah mengambil tisue dan bilang, “Ma, Lap. Cuci. Kamar Mandi.” Mamanya disuruh membersihkan payudara di kamar mandi 😄 Percobaan kedua pun gagal.

Percobaan ketiga, Mama menggerus vitamin B complex dan mengolesnya ke payudara. Ternyata sama saja. Awalnya Fais ga suka. Pertama masuk mulut, dilepeh. Kemudian dibersihkan sama Fais, masuk mulut-lepeh, berulang-ulang sampai vitamin yang dioles ke payudara bersih dan Fais kembali nenen 😆

Vitamin B Complex
Vitamin B Complex

Akhirnya Mama pasrah, “Ya udah deh, nanti juga ada waktunya Fais berhenti nenen.”

Sekitar seminggu setelah proses menyapih, Mama kena cacar air, ketularan sepupu-sepupu Fais. Semenjak kena cacar, Mama ga boleh banyak interaksi sama Fais, termasuk menyusui karena takut Fais tertular. Cacar air menyebar ke wajah, dada, badan dan punggung.

Saat Fais minta nenen, Mama bilang “Maaf sayang, mama kena Cacar, ada bentol-bentol.” Sambil menunjukkan lokasi bentolan cacar air dan Fais pun ga mau nenen. Cacar berlangsung sekitar seminggu dan dalam seminggu Fais berhasil disapih secara ga langsung ^^

Alhamdulillah, 2th lewat beberapa minggu Fais berhasil disapih karena Mama sakit cacar air xD

Memang menyapih itu banyak ceritanya ya, sedih-sedih so sweet gitu *apasih*

Oiya, baca juga cerita Opie menyapih dengan negosiasi di sini yaa.. ^^

Terimakasih sudah membaca ^^ Tulis komentar kamu di sini dan follow cicifera.com yaa~