Mengamati dan Memahami Gaya Belajar Anak

Setiap anak itu cerdas, namun kemampuan anak dalam mengerti suatu hal berbeda, bergantung pada cara/ gaya belajar anak. Ada anak yang belajar secara Visual (dengan penglihatan), Auditori (dengan pendengaran) atau Kinestetik (dengan gerak tubuh). Bisa dominan hanya pada 1 gaya belajar saja, bisa juga gabungan dari beberapa gaya belajar. Dengan mengetahui gaya belajarnya, anak dapat lebih mudah dan cepat dalam menyerap ilmu dan mempelajari sesuatu yang baru.

Menurut id.theasianparent.com, ciri gaya belajar anak:

  1. Visual: cenderung rapi, teratur dan necis dalam berpakaian, tidak begitu banyak bicara, sanggup duduk memperhatikan guru mengajar, mengamati, belajar dengan diberi contoh.
  2. Auditori: lebih suka diajak ngobrol dan berbicara, suka bercerita, belajar dengan dibacakan/ diucapkan secara berulang.
  3. Kinestetik: hampir tidak pernah dapat berdiam diri, belajar dengan alat peraga/ praktek.

Sebagai mama, kita harus mengamati gaya belajar anak, jangan paksakan ia belajar seperti gaya belajar kita atau belajar dengan gaya belajar yang kita mau. Setelah kita amati gaya belajar yang dominan pada anak anak, kita bisa memberi stimulus dan kesempatan pada anak agar ia bisa mencoba tipe gaya belajar yang lain. Seiring pertumbuhan dan perkembangan anak, gaya belajar ini masih bisa berubah. Nantinya anak akan menemukan sendiri, gaya belajar yang mana yang lebih nyaman dan lebih efektif bagi mereka.

Dari hasil aktifitas stimulasi Game level 4 Kelas Bunda Sayang IIP yang saya publish di akun instagram @farwazismail, saya amati bahwa gaya belajar Fais sebagai berikut:

  1. Aktifitas Stimulasi: Bermain Benteng | Gaya Belajar: Kinestetik
  2. Aktifitas Stimulasi: Mengenal Alat/ Perkakas | Gaya Belajar: Visual, Auditori, Kinestetik
  3. Aktifitas Stimulasi: Menganyam Tali Kur | Gaya Belajar: Visual, Kinestetik
  4. Aktifitas Stimulasi: Bermain Funtastic Learning | Gaya Belajar: Visual, Kinestetik
  5. Aktifitas Stimulasi: Bermain Track Hot Wheels | Gaya Belajar: Visual, Kinestetik
  6. Aktifitas Stimulasi: Bermain Gamelan Mini | Gaya Belajar: Auditori, Kinestetik
  7. Aktifitas Stimulasi: Mengenal Material Bangunan | Gaya Belajar: Visual, Auditori, Kinestetik
  8. Aktifitas Stimulasi: Mencuci Mobil | Gaya Belajar: Visual, Kinestetik
  9. Aktifitas Stimulasi: Jogging dan Bulu Tangkis | Gaya Belajar: Kinestetik
  10. Aktifitas Stimulasi: Main di Taman Gajah | Gaya Belajar: Kinestetik
  11. Aktifitas Stimulasi: Ke Toko Bunga | Gaya Belajar: Visual
  12. Aktifitas Stimulasi: Menonton DVD Diva | Gaya Belajar: Visual, Auditori
  13. Aktifitas Stimulasi: Storytelling Oleh Mama | Gaya Belajar: Auditori

Di usia 2 tahun 9 bulan ini, gaya belajar Fais lebih dominan Kinestetik. Sepertinya saya harus mencoba aktifitas stimulasi yang lebih variatif agar gaya belajar Visual dan Auditori juga ikut terasah. Dengan membuka peluang yang banyak dan memberi kesempatan anak untuk belajar dengan cara yang berbeda, mungkin bisa menggali kemampuan dirinya dalam menyerap informasi.

Sebenarnya saya juga masih belajar soal gaya belajar ini. Semoga dengan mengetahui gaya belajar anak, kita bisa mengetahui minat dan memaksimalkan kemampuan terbaiknya.

cicifera untuk aliran rasa kelas bunda sayang dan #1minggu1cerita

logo 1minggu1cerita

Terimakasih sudah membaca ^^ Tulis komentar kamu di sini dan follow cicifera.com yaa~