Jadikan anak sebagai kawan dan jadilah ibu pembelajar ;)

Gimana sih ibu hebat menurut kamu? Pada dasarnya semua ibu itu hebat… Karena mereka sudah hamil, melahirkan dan menyusui dengan berbagai cara dan melewati semua tantangannya dengan penuh perjuangan. Belum lagi ngurusin urusan domestik dari cucian, setrikaan, masakan, beberes rumah, mengasuh anak dan lainnya.

Tapi versi saya, ibu hebat adalah ibu pembelajar yang mampu menjadikan anak sebagai kawan, bukan beban, apalagi lawan xD Ibu adalah madrasah/ sekolah pertama dan utama bagi anaknya, yang membentuk karakter dan cara berfikir sekaligus menjadi role model yang memberi contoh bagi anak-anaknya. Anak adalah tugas terpenting kita, yang lain hanya tambahan! Ini nih yang harus terus diingat.

A post shared by Ibupedia.com (@ibupedia_id) on

A post shared by Ibupedia.com (@ibupedia_id) on

Seperti kata mbak @JuliaSarahRangkuti dalam akun instagram-nya:

Sekuat dan seketat apapun kita menjaga anak-anak kita, suatu saat mereka akan ‘pergi’ dari sisi kita. Mereka akan bertumbuh. Besar. Mendewasa. Tak lagi bayi mungil yang 24 jam harus kita jaga. Teman mereka akan bertambah banyak. Lingkungan pergaulan mereka akan semakin luas. Kita tak bisa mengurung mereka terus-menerus di rumah.

Sejatinya kita memang tak bisa mensterilkan anak-anak kita sekuat apapun kita berupaya. Namun, kita bisa mengimun mereka. Ikhtiar agar mereka memiliki pondasi yang kuat. Untuk mewarnai lingkungannya dengan hal-hal baik, bukan terwarnai lingkungannya dengan hal-hal buruk.

Peran kita adalah mengantarkan mereka menjadi pribadi yang mampu bertanggung jawab atas segala tindakan yang mereka perbuat. Peran kita adalah mengantarkan mereka menjadi pribadi yang tuntas saat aqil baligh nanti. Anak-anak yang tak hanya menemui balighnya, namun juga aqilnya.

Peran kita adalah mengokohkan imannya. Menguatkan aqidahnya. Memperbaiki akhlaknya. Menjaga adabnya. Peran kita adalah mengasuh dan mendidik sebaik-baiknya. Sambil terus merapal do’a agar ia selalu berada dalam penjagaan Allah swt.

Selebihnya, lapangkan hati kita untuk menyadari bahwa Allah swt-lah pemilik sejatinya. Anak-anak kita hanyalah titipan dari-Nya yang harus kita jaga sebaik-baiknya. Dan kelak..kita harus mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan untuk mereka.

Saat kita merasa gagal mendidik anak-anak kita bersegeralah evaluasi diri. Periksa kembali bagaimana hubungan kita pada Allah swt. Istighfar. Mohonlah ampun dan mohonlah bimbingan-Nya. Mintalah kekuatan dan pertolongan kepada-Nya. Karena urusan mendidik anak bukanlah perkara remeh-temeh. Karena urusan mendidik anak adalah sesuatu yang besar! Kita harus kuat. Maka..mintalah bantuan dari yang Maha Kuat!

Mengelola emosi anak, membentuk pola pengasuhan anak, memilih metode pendidikan anak itu ga gampang!

Bagaimana cara saya? Dengan menjadikan anak sebagai kawan, bermain bersama, mendengarkan ceritanya dan mendampingi aktivitasnya.

“Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu” (Ali Bin Abi Thalib, Ra)

Ya walau saya masih sering lepas kontrol, melotot dan marah karena perilaku anak yang tidak sesuai dengan keinginan. Tapi saya berupaya agar ia mendapat pendidikan dengan cara menyenangkan, menjadi teman kesehariannya dan ada saat ia membutuhkan.

So, jadikan anak sebagai kawan dan jadilah ibu pembelajar 😉


*untuk #1minggu1cerita dalam minggu tema “Kawan”

Terimakasih sudah membaca ^^ Tulis komentar kamu di sini dan follow cicifera.com yaa~