Cicifera, nama sapaan yang kini menjadi personal branding

Cicifera. “Emang orang cina ya?”, kadang orang bertanya seperti itu. Dulu, sebelum berhijrah memakai jilbab, saya memang sering dikira cina. Tapi saya bukan keturunan cina. Orang tua saya asli dari sumatera selatan, mungkin ini yang membuat saya mirip dengan orang/ keturunan cina ya..

Kira-kira kelas 3 SMA, nama sapaan cicifera ini muncul. Pencetusnya? Itu lho, pacar saya, yang sekarang sudah jadi suami <3 Hihihi.. Saat itu, lagi hits denger radio Prambors. Salah satu announcer-nya adalah cici panda. Pacar dan temen-temen nonton konser Prambors dan bertemu dengan beberapa announcers Prambors, salah satunya cici panda. Pacar bilang kalau saya mirip dengan cici panda, jadi dia menyapa saya dengan sapaan cicifera ^^ Ihhiy, nulis ini jadi nostalgia xD Haha..

Karena kami satu kelas, teman-teman sekelas pun mulai menyapa dengan sapaan cicifera. Saya sih tidak keberatan, selama masih bermakna baik ya oke aja, apalagi pacar yang ngasih nama sapaan :”> Saya berpikiran positif saja, saya mengartikan sapaan cicifera sebagai kakak fera, jadi ya ga perlu panggil mbak atau kak lagi, cukup cicifera saja. Tapi ada juga yang menyapa cifer, singkatan dari cicifera.

Nah saya memberi nama blog saya dengan nama cicifera karena cicifera ini sudah menjadi personal branding diri saya. Semenjak SMA itu, lalu kuliah, kerja dan sampai saat ini, saya masih memperkenalkan diri sebagai cicifera atau cifer 😉

Nama blog cicifera ini tidak pernah diganti, walau beberapa kali ganti tema blog dan tagline xD Silakan berkunjung ke blog motherhood cicifera, blog learner cicifera dan blog lifestyle cicifera. Semua nama blognya ‘cicifera’, haha..


** Tulisan ini dibuat untuk memenuhi BPN 30 Days Blog Challenge – Day 3

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.