Edema, Bengkak Kaki Pada Ibu Hamil. Bahaya ga ya?

Bengkak kaki hamil tua gini (ibu hamil 8 bulan) mulai terasa mengganggu kegiatan keseharian ku, terutama untuk urusan domestik rumah tangga. Sering terasa pegal, ga kuat berdiri lama, jadi pengen selonjoran aja bawaannya. Padahal kan mamak harus beberes rumah yang banyakan kegiatannya dilakukan dengan berdiri lama, misal: cuci piring, cuci baju, masak, sapu/ pel, dll. Saat posisi duduk dalam sholat pun kaki terasa menyendol, jadi ga nyaman duduknya.

Awalnya bengkak kaki ini bisa mereda alias kempes kalau kaki aku gantung/ ditinggikan (selonjoran dan kaki diganjal bantal). Tapi lama-lama ga ngaruh lagi 🙁 Sebenarnya bengkak kaki pada hamil tua begini masih normal, dulu waktu hamil anak pertama malah sudah mengalami bengkak kaki di usia kehamilan 4-5 bulan. Penambahan berat badan, tekanan dari pertumbuhan janin, cairan tubuh yang juga bertambah, menjadi salah satu penyebab bengkak kaki/ edema ini.

Bengkak kaki pada ibu hamil 34 minggu

Bengkak kaki Hamil 34 minggu.

Bengkak kaki pada ibu hamil 36 minggu

Bengkak Kaki Hamil 35 minggu.

Bengkak kaki pada ibu hamil 36 minggu

Bengkak Kaki Hamil 36 minggu.

Bengkak Kaki Hamil 37 minggu.

Kadang bengkak kaki ini kempes sendiri, mungkin tergantung dengan lamanya duduk/ berdiri dan banyaknya/ beratnya beban aktivitas harian kita.

Tips mengurangi ketidaknyamanan edema/ bengkak kaki ibu hamil tua

Beberapa hal yang aku coba lakukan untuk mengurangi bengkak kaki selama hamil:

  1. Selonjoran dengan meninggikan posisi kaki/ mengganjal kaki dengan beberapa bantal.
  2. Merendam kaki dengan air hangat. Dikasih garam kasar sedikit. Ada juga garam khusus merendam kaki yang dijual di salon perawatan tubuh. Biar lebih rileks 🙂
  3. Tidak terlalu lama berdiri dan tidak terlalu lama duduk. Kalau sudah berasa pegal, istirahat dulu sebentar, jangan dipaksa 😉
  4. Mengurangi aktivitas fisik (yang butuh banyak berdiri) dengan mendelegasi pekerjaan, misal: setrika baju di laundry-an aja ^^
  5. Mengurangi makanan yang asin-gurih karena garam mengikat air.
  6. Olahraga ringan, jalan kaki sebentar atau stretching. Bisa juga melakukan yoga ibu hamil jika dirasa perlu 😀
  7. Menjaga tensi. Kontrol tensi jangan sampai terlalu tinggi. Bengkak kaki dan tensi tinggi bisa mengakibatkan pre eklamsia yang berbahaya untuk ibu hamil dan kandungannya.
  8. Duduk dengan kaki menapak, tidak menggantung kaki. Misal: kalau lagi duduk di depan meja kerja, kakinya diusahakan napak, tidak jinjit atau tidak menginjak tempat kaki yang suka ada di bawah meja itu lho xD

“Secara klinis, dapat dibagi menjadi tiga derajat. (A) kasus ringan: edema jelas muncul di kaki dan kaki tetapi dapat hilang setelah istirahat. (B) kasus sedang: edema meluas ke paha dan vulva atau bahkan yang melibatkan perut. (C) Kasus berat : edema Umum kadang disertai dengan asites (penimbunan cairan di perut).”

Semoga Edema/ Bengkak Kaki ini cepat mereda dan ga berbahaya. Harus pantau tensi, kalau pusing atau sakit kepala dan tensi tinggi lebih baik langsung periksa ke bidan atau dokter spog aja ✓

3 Comments

  1. Nhae Gerhana

    January 1, 2018 at 11:28

    Waah baru tau teh cici hamiduuun.. Semoga lancar sampai lahiran teeeh.. Aaah senangnyaaa

    1. cicifera

      January 1, 2018 at 16:16

      iya xD sedang menanti dd bayi nih, hihi.. hari prediksi lahirnya tgl.3 jan ini.. doakan sehat, lancar dan mudah ya persalinannya ^^ Aamiin..

  2. Selalu ada cinta di hati mama untuk Fais ❤️ - @cicifera

    January 2, 2018 at 07:14

    […] mama juga mengurus urusan rumah tangga sendiri sedangkan perut mama sudah sangat besar, edema/ bengkak kaki dan kadang kontraksi palsu. Tapi yang lebih bikin sedih adalah ketika Fais sakit. Misalnya saja […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.