Menekan pelecehan seksual pada remaja dengan Tarbiyah Jinsiyah (pendidikan seks dalam Islam)

Maraknya LGBT dan pelecehan seksual yang terjadi pada anak dan remaja dewasa ini, membuat saya berfikir apakah Tarbiyah Jinsiyah (pendidikan seksual yang mengacu pada Al-Quran dan sunnah) dapat menekan adanya penyimpangan ini? Pendidikan seksual bukan hanya informasi seputar hubungan intim suami istri, tapi lebih dari itu.

Tiga pembahasan utama pendidikan seksual dalam Islam

  1. Reproduksi (tentang tugas berketurunan)
  2. Thaharah (cara bersuci, macam-macam hadats)
  3. Aurat (perbedaan aurat, konsep muhrim-non muhrim)

Sebenarnya apa itu Tarbiyah Jinsiyah?

TARBIYAH JINSIYAH menurut Konsep ISLAM

adalah upaya mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya sakinah, mawaddah wa rahmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah SWT, sehingga manusia terbebas dari perbuatan zina.

Apa dasarnya?

  • QS. Al-Hajj: 5 – Tentang Proses Penciptaan dan Kelahiran Manusia
  • QS. Al-Baqarah: 223 – Tentang Jima’
  • QS. Al-Baqarah: 222 – Tentang Haid
  • QS. An-Naml: 54-55 – Tentang LGBT

Bagaimana cara mengenalkan adab dan batasan aurat pada anak?

Ajarkan di saat dan dengan cara yang tepat. Ajarkan dan beri informasi mengenai sex education sesuai dengan fase dan usia anak, perhatikan penggunaan bahasa dan pemilihan kata dalam penyampaiannya, sebab bahasa memiliki kekuatan tersendiri serta dapat membangkitkan imaji dan visualisasi anak yang terkadang efeknya justru lebih ke provokasi dibanding memberi ilmu.

Fase dalam Tarbiyah Jinsiyah menurut usia anak

Usia 0-2 tahun

Ajarkan adzan dan kenalkan khitan (sunat).

Usia 2-5 tahun

  • Menanamkan iman dan kesabaran.
  • Tumbuhkan rasa malu dengan menjaga aurat (orangtua memberi teladan dan membiasakan berpakaian yang menutup aurat).
  • Ajarkan bagian tubuh yang boleh-tidak boleh disentuh.
  • Ajarkan thaharah (bersuci).
  • Mengenal adab istinja, toilet training harus sudah tuntas.
  • Anak harus sudah memahami perbedaan jenis kelamin.

Usia 5-10 tahun

  • Mengajarkan adab izin, izin masuk kamar di tiga waktu, yaitu: sebelum shalat fajar, tengah hari, setelah shalat Isya’ (pelajari QS. An-Nur ayat 58-59), izin masuk ke rumah orang lain (ketuk pintu maksimal 3x, tidak melongok ke dalam rumah, pulang jika tidak ada jawaban, dst).
  • Memisahkan tempat tidur anak (anak tidak tidur dalam satu tempat tidur dan juga tidak tidur dalam satu selimut).
  • Memperjelas perbedaan laki-laki dan perempuan (peran, hak, dan kewajiban dalam Islam).

Usia 10-14 tahun

  • Menundukkan pandangan (etika melihat mahram, etika melihat non mahram, etika melihat sesama jenis, etika perempuan non muslim melihat muslimah, etika melihat aurat anak kecil, keadaan2 terpaksa yang diperbolehkan melihat, etika melihat untuk tujuan pengobatan)
  • Mewajibkan penggunakan hijab bagi anak perempuan baligh
  • Melarang tabarruj (berhias yang dilarang)
  • Melarang ikhtilath (berbaur laki-laki dan perempuan) dan khalwat (berduaan antara laki-laki dengan perempuan)
  • Melarang masturbasi
  • Melarang kebiasaan menyebarluaskan kekejian (tuduhan zina/ selingkuh)

Jika setiap keluarga menerapkan Tarbiyah Jinsiyah (pendidikan seksual dalam Islam) dalam keluarganya, InsyaAllah akan terbentuk generasi yang malu pada Tuhannya dan dapat menekan adanya penyimpangan seperti LGBT atau pelecehan seksual yang banyak menyerang remaja masa kini.

Ditulis sebagai resume presentasi kelompok 1 (oleh: Diana, Novita, Tia, Julia Sarah) game level 11 kelas Bunda Sayang IIP Tangerang Kota.

Berikut Slide nya:

Video lain tentang Tarbiyah Jinsiyah:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.