Untuk melatih anak dan seluruh anggota keluarga gemar membaca dan membangun keluarga literasi, kita harus mulai dari diri kita sendiri agar mau berubah menjadi lebih sering membaca.

For things to CHANGE, I must CHANGE FIRST!

Ibu Profesional

Kita sebagai seorang ibu yang berperan dalam pendidikan pertama anak-anaknya, harus bisa memberi contoh, bukan sekedar bicara. Ibu yang rajin membaca, anaknya yang melihat pun akan tertarik dan menjadi gemar membaca. Kita ga bisa menuntut atau memaksa anak untuk gemar membaca sedangkan diri kita sendiri tidak pernah membaca. Ini self noted banget untuk saya, karena saya ingin fais rajin membaca seperti papanya, sedangkan saya termasuk orang yang jarang membaca xD

minat baca bergantung pada kondisi pendidikan keluarga
minat baca bergantung pada kondisi pendidikan keluarga

Literasi dan Membaca

Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa.

Id Wikipedia

Manfaat Membaca

Untuk yang terasa berat untuk membaca, cari tau manfaat membaca dan mulailah membaca. Mulai membaca dari hal yang kamu senangi atau yang kamu butuhkan.

Manfaat membaca:

  1. Stimulasi Mental
  2. Mengurangi Stress
  3. Memperbaiki Memori
  4. Keterampilan Berfikir Analitis
  5. Meningkatkan Konsentrasi
  6. Meningkatkan Kemampuan Menulis
  7. Mendukung Kemampuan Berbicara di Depan Umum/ Public Speaking
manfaat membaca untuk anak
manfaat membaca

Manfaat membaca ini tidak hanya berlaku untuk orang dewasa, namun untuk anak-anak pun bisa. Anak yang belum ada ketertarikan pada dunia literasi atau belum tertarik membaca buku, dapat kita stimulus sejak dini agar gemar membaca.

Cara Stimulasi Anak Membaca

Pada dasarnya tujuan utama dari membaca adalah untuk memahami. Pemahaman akan tujuan penciptaan diri, penciptaan alam yang sudah Allah siapkan untuk kita dan pemahaman terhadap kandungan Al-Quran sebagai wahyu dan tuntunan hidup. Begitu pentingnya mengajari anak untuk memahami bacaan yang ia baca.

Dari materi sesi 5 Kelas Bunda Sayang IIP, cara menstimulus pemahaman membaca anak adalah …

Untuk anak yang masih dibacakan (belum bisa membaca buku):

  1. Berikan buku bacaan bergambar dan lihat bersama.
  2. Bacakan dengan memberi intonasi dan gesture yang tepat sesuai bacaan. Gesture dan intonasi yang lucu akan lebih menarik tentunya.
  3. Rutinkan jam membaca buku secara konsisten. Misal bacakan buku sebelum anak tidur (dongeng sebelum tidur).
  4. Buat lingkungan yang nyaman untuk membaca, kurangi hal-hal yang bisa mengurangi konsentrasi anak.
  5. Ajak anak mendeskripsikan kata yang dibaca untuk mencari tahu apakah kata-kata yang kita bacakan dimengerti atau tidak. Jika tidak, beri penjelasan dengan menunjukkan gambar atau media lain.
  6. Anak yang sering mendengar cerita/ bacaan dan diajak eksplorasi alam sekitar dimungkinkan lebih cepat menangkap makna bacaan karena sudah memiliki pesan dan kesan terhadap kata yang dibacakan.
  7. Beri pertanyaan yang sesuai dengan konteks bacaan dan ceritakan hikmah apa yang bisa kita ambil dari bacaan tersebut.

Baca juga: Jangan remehkan manfaat membaca buku sedari dini untuk bayi.

Untuk anak yang sudah bisa membaca buku:

  1. Sediakan buku, letakkan buku di rak buku yang terjangkau untuk diambil oleh anak.
  2. Biarkan anak memilih sendiri buku yang ingin ia baca.
  3. Konsisten meluangkan waktu untuk membaca.
  4. Buat suasana dan lingkungan yang nyaman untuk membaca.
  5. Biarkan anak membaca bukunya dan lakukan tanya jawab (diskusi) mengenai isi bacaan buku yang anak baca.
  6. Kaitkan bacaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Ajari anak untuk menemukan pesan penting dalam teks bacaan.
  8. Ajak anak mencari ibroh/pelajaran dari bacaannya.
  9. Ajak anak menuliskan kembali poin penting dari bacaannya.
  10. Ajak anak ke toko buku dan perpustakaan, biarkan anak memilih area bacaan yang ia sukai.
  11. Jadilah role model yang baik, ibu bacalah buku di depan anak atau membaca buku bersama anak.

Baca juga: 7 Trik jitu agar anak suka membaca

stimulasi pemahaman membaca anak
stimulasi pemahaman membaca anak

Fais yang hampir genap 3 tahun usianya, mulai saya stimulus minat bacanya dengan cara pertama (langkah stimulus untuk anak yang masih dibacakan). Yang saya lakukan, bercerita dengan gesture dan intonasi, kadang memakai peraga. Menanyakan gambar-gambar atau kata tertentu pada anak. Meminta anak bercerita sambil menunjuk buku bacaannya. Karena buku ceritanya bergambar, berwarna dan ada juga yang berstiker, fais terlihat antusias ketika ditemani membaca. Kadang ia yang bertanya, “Ini apa ma? kalo itu apa?“.

Baca Juga: Cara Membantu Anak Belajar Membaca

Dokumentasi stimulus Fais agar gemar membaca buku

Dokumentasi stimulus Fais agar gemar membaca buku:

  1. Membuat Pohon Literasi di Rumah Demi Memecut Rasa Ingin Membaca Dalam Keluarga
  2. Menstimulus Anak Gemar Membaca Dengan Cerita Sebelum Tidur
  3. Menstimulus Anak Gemar Membaca Dengan Cerita Sebelum Tidur (2)
  4. Orang tua membaca, anak juga akan membaca
  5. Orang tua membaca, anak juga akan membaca (2)
  6. Dampingi anak saat membaca buku
  7. Dampingi anak saat membaca buku (2)
  8. Menambah wawasan dengan buku cerita berstiker
  9. Mengenalkan angka dengan buku hitung bergambar
  10. Pohon Literasi Penyemangat Membaca

Membangun keluarga literasi dengan berupaya menstimulus minat baca buku anak seperti di atas, harus dilakukan secara continue, terus-menerus hingga menjadi kebiasaan. Kalau cuma sesekali dan jarang dilakukan, hal ini kurang efektif. Tanpa konsistensi membacakan/ menemani membaca dan ketelatenan kita sebagai ibu, minat baca anak akan sulit ditumbuhkan walau medianya mahal dan bagus sekalipun 😀


*ditulis sebagai aliran rasa kelas bunda sayang2 ibu profesional dan #1minggu1cerita

Membangun Keluarga Literasi, Gemar Membaca Buku
logo 1minggu1cerita

You might also enjoy:

13 Comments

  1. Membangun keluarga agar menyukai literasi memang perlu upaya ya, apalagi sekarang ada gadget di genggaman. Dengan membaca, anak bisa berkembang pola pikirnya dan kreativitasnya juga ga kecanduan gadget ya mba

  2. nah ini tuh kadang yang sulit itu dari orang tua nya. pengen membangun keluarga literasi, punya anak yang hobi baca tapi emaknya gak konsisten ngajarinnya,, wekekek.. ini yang aku rasakan sih.. hihi..
    aku juga sedang berusaha nih untuk bisa membangun keluarga literasi..

  3. Kalau mau punya anak rajin baca, kita memang kudu rajin dulu. Soalnya anak itu peniru. Dulu sebelum pandemi, aku sering ngajak Keponakanku buat ke perpustakaan. Sekarang bacanya ke yang lain dulu deh. Ini aja masih banyak PR buat si anak tetap gemar baca

  4. Iya setuju ortu harus memberi contoh .. aku wkt anak pertama banyak memperlihatkan aktivitas membaca, eh skrg si sulung jd Kutu buku deh.

  5. Halo mba. Terima kasih wawasannya nih mba. Aku sepakat sih dengan apa yang mba lakukan untuk membangun keluarga literasi ini. Dan ini harus dilakukan sejak dini mba

  6. Keren banget, kak Cici.
    Aku juga waktu zamannya ikutan Ibu Prefosional yang bab ini jadi bikin Pohon Literasi.
    Kita isi sama-sama kemajuan membaca buku setiap anggota keluarga. Meski anak-anak belum bisa baca dan sukanya konsisten, alias buku yan itu-itu aja, sampe bosen yang bacain yaa..
    Semoga tertanam di alam bawah mereka bahwa pentingnya membaca buku.

  7. Jadi ingat dulu waktu anak-anak masih kecil. Karena belum bisa membaca, mereka selalu saya bacakan buku menjelang waktunya tidur. Saya usahakan membaca dengan intonasi dan ekspresi yang menarik supaya mereka senang membaca buku.
    Sekarang setelah mereka besar, sudah biasa membaca buku sesuai dengan kesukaannya masing-masing

  8. Anak-anak memang paling mudah dibiasakan dari hal-hal yang keseharian biasa dilakukan, seperti soal literasi ya mba. Makanya aku menyediakan buku anak di rumah, jadiin kayak mainan keseharian biar mereka kenal buku,d an pelan-pelan jadi cinta baca

  9. beruntung banget dulu semasa kecil semangat membaca diterapkan di keluargaku, boleh beli buku apa saja setiap bulannya (dgn kontrol ortu memang). Nah skrg jadi pr gimana menularkan pada anakku nanti.

Leave A Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.