Cicifera. “Kamu orang chinese ya?”, kadang orang bertanya seperti itu dulu. Sebelum berhijrah memakai jilbab, saya sering dikira cina. Tapi saya bukan keturunan cina. Orang tua saya asli dari sumatera selatan, mungkin ini yang membuat saya mirip dengan orang chinese ya..

Kira-kira kelas 2 SMA, nama sapaan cicifera ini muncul. Pencetusnya? Teman2 SMA, termasuk pacar saya, yang sekarang sudah jadi suami xD Hihi.. Saat itu, lagi hits dengar Radio Prambors. Salah satu announcer-nya adalah Cici Panda (CiPan). Pacar dan temen-temen nonton konser Prambors dan bertemu dengan announcers Prambors, termasuk Cici Panda. Pacar bilang kalau saya mirip dengan Cici Panda. Saya ga tau juga mirip apanya :)) Pacar jadi menyapa saya dengan sapaan Cici Fera. Ihhiy, nulis ini jadi nostalgia, wkwkwk..

Header-Blog-Cicifera-2021

Karena kami satu kelas, teman-teman sekelas pun mulai menyapa dengan sapaan cicifera. Saya sih tidak keberatan, selama masih bermakna baik ya oke aja, apalagi pacar yang ngasih nama sapaan :”> Saya berpikiran positif saja, saya mengartikan sapaan cicifera sebagai kakak fera, jadi ya ga perlu panggil mbak atau kak lagi, cukup cicifera saja. Tapi ada juga yang menyapa cifer, singkatan dari cicifera.

Nah saya memberi nama blog saya dengan nama cicifera karena cicifera ini sudah menjadi personal branding diri saya. Semenjak SMA, lalu kuliah, kerja dan sampai saat ini, saya masih memperkenalkan diri sebagai cicifera atau cifer 😉

Nama blog cicifera ini tidak pernah diganti, walau beberapa kali ganti tema blog dan tagline xD Silakan berkunjung ke blog catatan cicifera, blog learner cicifera dan blog kuliner cicifera. Semua nama blognya ‘cicifera’, haha..


** Tulisan ini dibuat untuk memenuhi BPN 30 Days Blog Challenge – Day 3

You might also enjoy:

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Don`t copy text!