Jurnal Kupu-kupu 2: Menentukan Tujuan

Minggu ini masuk jurnal kupu-kupu buncek minggu kedua. Di minggu kedua ini kita setting goals, apa sih tujuan mentorship ini? dan apa saja yang mau kita capai?. Belajarnya jarak jauh via video call (biar bisa saling melihat gesture dan mimik secara langsung ^^).

Skill Assessment

Pembahasan pertama adalah Skill Assessment, apa sih yang skill yang aku punya? Sejauh mana bisa dipakai dalam beberes ini? Lalu apa yang sudah dilakukan dan apa yang menjadi tantangannya? Lalu advices atau ilmu apa yang ingin didapat dari mentor? Sehingga pembahasan bersama mentor makin mengerucut dan mendapatkan satu kesimpulan.

Jurnal Kupu-kupu 2: Menentukan Tujuan
mentoring dengan mbak iqiq via video call

Setting Goals

Dari obrolan skill Assessment di atas, aku dapet tujuan mentorship yang mau kucapai. “Decluttering Journey”, istilah yang mentorku kasih ^^ Aku sudah bebenah walau tanpa metode (karena aku belum belajar), tapi tidak mengurangi. Jadi barang-barang tetep aja banyak dan berpotensi untuk berantakan lagi xD Aku sudah menggolongkan benda berdasarkan kategorinya, seperti mainan ini misalnya:

toys storage
toys storage

 


Updated 5 Juni 2020

Setelah bercerita bahwa aku mengubah mentorshipku dan mengganti mentor di jurnal 1 updated, kali ini aku akan bercerita tahapan selanjutnya dari mentorship home education bersama Riani

Jurnal 2 atau pekan kedua mentorship ini membahas access your skill level lalu diteruskan dengan setting goals. Dengan kata lain, bagaimana kita menilai keahlian diri kita sendiri lalu menentukan tujuan mentorship. 

Untuk home education dan bermain bersama anak ini sebenarnya saya tidak benar-benar memulai dari 0. Di Kelas Bunda Sayang (BunSay) Ibu Profesional dulu, saya pernah dokumentasikan kegiatan bermain anak di IG @FarwazIsmail. Dulu anak masih 1, masih leluasa membagi waktu mengurus domestik, bermain dan mendokumentasikannya untuk tugas BunSay. Rumah bisa tetap rapi dan anak bisa happy bermain. Tapi ga setiap hari bermain juga sih, tidak terjadwal secara teratur dan tidak semua kegiatan terdokumentasikan. Nah, setelah punya 2 anak, sangat jarang sekali aku bermain bersama mereka, apalagi mendokumentasikannya xD Ga tau kenapa, malah jadi ribet sama urusan domestik. Gimana nanti anak 3 coba, haha.. Nah, pengen deh mempelajari skill dan teknik baru dalam hal ini. Pengen juga bisa meningkatkan skill yang sudah aku punya.

Menilai tingkat keahlian diri sendiri

Dipancing oleh pertanyaan mentor, “trus trus.. pgn tau juga dong.. hal apa yg paling kamu suka lakukan, atau mahir/bs lakukan? yang kalau berhasil dilakukan tu rasanya perfecto ✅ im proud being me. semacam2 itu..“. Lalu mentor memberi contoh:

kepuasanku adalah.. jika rak keranjang baju bersih kosong ✅
pagi hari pas mau mulai berkegiatan area ready ✅
klo mo bobok kasur dlm kondisi rapi jali seprei nya ga acakadut (jd klo ninggal rumah kasur diberesin dulu 🥴) ✅
berhasil workout tiap hari ✅
sholat bs khusyuk ✅
bisa ada waktu skinker an pagi ama mlm ✅
bs murajaah anak2 tiap hari sekalian ngapalin 🥴✅

dan contoh jawabannya itu tidak jauh dengan jawabanku :)) ternyata kita setipe, haha..

“ati2 yak.. mamak perfectionis inih”, dia bilang begitu xD

Dalam hal domestik, aku perfecto dalam rapi2, bisa cepet kalo ngerapiin sesuatu yang berantakan, menaruh barang ke tempat yang semestinya dan suka menata.

Mentor bilang, “penyakitnya biasa nya di : lelah mental. klo kondisi ga sesuai harapan, energinya susah keluar. sampai harus bikin kondisinya nyaman dulu.

Setuju banget, malah aku sudah merasakan hal itu sebagai hambatan (harusnya dianggap tantangan sih yaa..) Kadang capek sendiri aja, mesti rapiin lagi rapiin lagi, soalnya anak dan suami belum kooperatif. Kami belum pernah kompromi dan menerapkan komitmen antar anggota keluarga.

Dalam hal kegiatan bermain dan dokumentasi belajar anak pun aku sukanya runut dan tertata rapi. Nah kalo sudah ga sesuai ekspektasi itu yang berat 😀 Cepet banget ga mood kalo kondisi tidak ideal. Mangkanya ekspekasi ga usah ketinggian, haha.. Kadang sadar diri juga. Masih berlatih untuk menurunkan idealisme 😉

Menentukan tujuan

Resume mentor dari diskusi denganku:

💐 Rutinitasku : IRT dgn dua anak usia dini (Fais 5,5th dan Syifa 2,5th) yang aktif sbagai content blogger sebagai sarana refresh dan aktualisasi diri meski di rumah
💐 Harapan mentorship : Bisa me-manage waktu lebih optimal dalam urusan domestik (memasak, cuci2, bebenah, dll.), bisa blogging dan tetap punya tenaga+waktu untuk bebikinan/ ide bermain bersama anak.
💐 Target pencapaian : Bisa punya kumpulan portofolio kegiatan bermain/ belajar bersama anak. Bisa punya schedule untuk diri sendiri dan schedule untuk anak. Bisa membuat kurikulum main/ homeschooling. Bisa tetep happy menjadi IRT walau tanpa ART.

Bismillah.. Semoga Allah memberi kelancaran dan kemudahan dalam mentorshipku ini, Aamiin..

3 Comments

  1. Jurnal Kupu-kupu 3: Membuat Rencana - @cicifera

    9 June 2020 at 13:21

    […] (Seperti yang dibahas di Jurnal 2) Menentukan tujuan sebagai panduan arah belajar bersama di mentorship […]

  2. Jurnal Kupu-kupu 3: Membuat Rencana - @cicifera

    9 June 2020 at 20:46

    […] (Seperti yang dibahas di Jurnal 2)Menentukan tujuan sebagai panduan arah belajar bersama di mentorship […]

  3. Jurnal Kupu-kupu 5: Diskusi Kemajuan - @cicifera

    23 June 2020 at 18:23

    […] campur aduk seketika. Haru, semangat, antusias namun ada juga rasa cemas taku melenceng dari tujuan. Semacam dapat dorongan lagi dari luar. […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.