MasyaAllah, ga tau kenapa saat menonton video Ibu Septi di Jurnal 5 tentang Diskusi Kemajuan ini, ada rasa hangat dalam dada dan kehangatan itu mengalir ke mata. Padahal Ibu Septi hanya meminta kita untuk bertanya pada diri kita sendiri.

“Silakan Anda tanyakan pada diri Anda, Saya ini masuk kategori yang mana? Apakah yang mengerjakan jurnal saja cukup, lalu selesai? Apakah yang mengerjakan 8 jurnal saja sudah cukup, lalu tidak melanjutkan aktivitasnya? Atau Apakah yang berfikir bahwa 56 hari saja kurang bagi Saya, maka Saya harus menguatkan niat untuk terus menerus menjalankan aktivitas dan meningkatkan kualitas diri.”

“Apakah jurnal buncek ini hanya untuk menggugurkan tugas? ataukah untuk kemajuan diri sendiri?”

Lalu perasaan campur aduk seketika. Haru, semangat, antusias namun ada juga rasa cemas taku melenceng dari tujuan. Semacam dapat dorongan lagi dari luar. “Ayo!”

Check Progress

Setelah check-in dengan mentor di Jurnal 4, di Jurnal 5 ini adalah check progress yaitu cek kemajuan perjalanan mentorship kita dan diskusi kemajuan tersebut dengan mentor.

Mentorship adalah Perjalanan Perubahan

– Ibu Septi Peni Wulandani

Kita harus memahamkan diri kita bahwa mentorship ini adalah sebuah perjalanan perubahan dalam meningkatkan kualitas diri kita dan kualitas hubungan. Hari demi hari adalah proses mentorship meningkatkan kualitas diri di bidangnya masing-masing, di skill yang ada di mind-map diri masing-masing. Sehingga setelah mentorship berakhir pun, kita tetap bisa melanjutkannya dalam kehidupan keseharian kita.

Mari kita lihat kembali Action Plan kita (tujuan, langkah dan deadline) yang sudah dibuat, kemudian kita lakukan Check Progress (sampai saat ini kemajuannya sampai mana? apa saja yang sudah dilakukan?):

Jurnal Kupu-kupu 5: Diskusi Kemajuan
Check Progress Home Education Fera Marentika

Discuss Progress/ Diskusi Kemajuan

Minta Feedback/ Umpan Balik

Setelah melakukan check progress, saatnya discuss progress yaitu mendiskusikan kemajuan dari rencana yang sudah kita buat. Minta lah Feedback/ umpan balik dari orang-orang sekitar kita, seperti: Suami, anak, mentor, orang yang lebih tua dari kita. Perhatikan sekitar kita, kita bisa bertanya dengan orang yang memang tau persis kemajuan kita seperti apa, bisa juga bertanya pada orang yang tidak mengetahui namun kita ceritakan secara garis besar tujuannya.

Jurnal Kupu-kupu 5: Diskusi Kemajuan
feedback 360 degree

False Celebration/ Merayakan Kegagalan

Tahap ‘Merayakan Kegagalan’ ini tidak bisa dilakukan di saat kita sedang merasa gagal dan kecewa. Di saat kita sudah merasa tenang, sudah bisa menerima kegagalan kita, baru kita bisa merayakan kagagalan. Bagaimana caranya? Setiap orang bisa berbeda-beda cara dalam merayakan kegagalannya. Yang jelas, di fase ini, kita sudah menyadari bahwa kita telah gagal di titik tertentu karena sebab tertentu, dan juga kita sudah bisa menerima dan move-up dari kondisi kegagalan ini. Ini adalah bentuk syukur kita terhadap kegagalan, kita bisa belajar dari kegagalan dan menjadikannya batu lompatan untuk kembali maju, melesat mengejar ketinggalan. Semangat!

Follow, Like, Share :

You might also enjoy:

1 Comment

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Enjoy this blog? Please spread the word :)