Menjadi ibu itu berat ya. Tergantung bagaimana persiapannya sih.. Saya pribadi masih merasa berat menjadi ibu karena minimnya persiapan (ilmu) dan belum menemukan pola yang tepat dalam menjalaninya. Merasa kurang persiapan menjadi ibu membuat saya bersemangat untuk belajar. Namun, bagaimana caranya bisa menjadi ibu pembelajar tanpa mengabaikan tanggungjawab membersamai anak?

day1 main gunting tempel
Menjadi Ibu Pembelajar Tanpa Mengabaikan Anak

Menjadi ibu pembelajar

Dalam pandangan saya, ibu pembelajar adalah seorang wanita yang mau terus bertumbuh, belajar/ mencari ilmu dan wawasan, serta melatih kemampuan/ skill-nya agar ilmu tersebut dapat membantunya menjalani peran ibu dalam keluarga dan menyelesaikan tanggungjawabnya menjadi ibu. Pendidikan ibu merupakan bekal utama pengembangan diri ibu dalam pengasuhan anak. Dengan adanya ilmu, pekerjaan ibu akan terasa lebih mudah dan bisa diselesaikan dengan lebih cepat.

Peran ibu dalam keluarga

Peran menjadi ibu berkaitan dengan seluruh isi rumah, termasuk penghuninya. Ada banyak tanggungjawab peran ibu dalam keluarga jika dijabarkan, misalnya saja:

  • Ibu mengatur urusan rumah tangga,
  • Ibu penyemangat/ motivator bagi anak dan suami,
  • Ibu merawat dan menyayangi anak dan suami,
  • Ibu mendidik dan mengasuh anak-anaknya,
  • Ibu mengelola keuangan keluarga,
  • Ibu menyajikan makanan bergizi untuk keluarganya,
  • dan peran ibu lainnya.

Dalam pelaksanaannya, ada beberapa hal seperti urusah rumah tangga yang memungkinkan untuk ibu delegasikan penyelesaiannya ke pihah ketiga (ART, jasa bebersih rumah, laundry kiloan, dll.) dengan tetap dalam kontrol dan pengawasan ibu.

Namun dalam hal mendidik dan mengasuh anak-anak di rumah, saya (dan suami) lebih memilih untuk meng-handle anak-anak sendiri. Peran ibu dalam keluarga yang terpenting adalah menjadi ibu yang dapat mendidik anak-anaknya dengan baik karena karakter dan sifat anak awalnya akan terbentuk dari rumah. Kebiasaan baik pun berawal dari rumah, ayah dan ibu sebaiknya terus memantaskan diri sehingga bisa menjadi teladan bagi anaknya.

Dengan meng-handle anak sendiri, kita lebih paham dengan anak kita sendiri. Lebih bisa memantau tumbuh-kembang anak dan diharapkan makin kuat bonding/ kelekatan anak terhadap ibunya.

“Peran orang tua itu sebenarnya fasilitator. Kita menjadi pendamping anak supaya dia lebih bisa menemukan jawaban atas apa yang dia butuhkan.”Kompas.com

Menjadi Ibu Pembelajar
Menjadi Ibu Pembelajar | Source Pic: Kompas.com

Apa yang ibu pelajari?

Menjadi ibu pembelajar akan sangat menyenangkan. Ilmu yang ibu pelajari akan dapat memudahkan ibu dalam menyelesaikan tanggungjawabnya. Ibu harus selektif dalam memilih ilmu yang akan dipelajari. Cari ilmu yang mendukung peran ibu dalam keluarga, pilih ilmu yang lebih penting untuk dipelajari dengan melihat kondisi saat ini (yang lebih mendesak). Sesuaikan dengan kondisi masing-masing, situasi dan kondisi setiap ibu tentunya berbeda.

Misalkan saat ini anak kita masuk usia 6 bulan, saatnya persiapan untuk MPASI. Kita bisa mendaftar webinar yang membahas seputar gizi anak atau MPASI, membaca buku tips MPASI, mencari resep MPASI dan contoh masakan MPASI, dan lain sebagainya. Kita bisa memaksimalkan pencarian informasi melalui social media seperti Instagram dan YouTube. Bisa juga mencari referensi resep makanan MPASI di aplikasi memasak seperti Cookpad.

Ilmu itu bisa didapat dari mana saja, bisa dari forum ibu, sosial media dokter/ psikolog/ praktisi terpercaya, mengikuti webinar dan kulwap, membaca buku, membaca artikel di aplikasi mobile atau website yang kredible, mendengarkan podcast atau audiobooks, menonton channel YouTube, mengambil kelas atau kursus secara online atau pun offline. Ibu juga butuh komunitas dan circle pembelajar yang dapat men-support ibu saat sedang mengalami kendala.

Belajar tanpa mengabaikan anak

Beberapa cara saya coba untuk menjadi ibu pembelajar tanpa mengabaikan anak adalah:

  1. Benahi manajemen waktu. Bisa dengan metode kandang waktu, bullet journal (bujo), to do list, atau pun metode lain yang memudahkan kita mengatur waktu.
  2. Pahami pola biologis dan rutinitas anak. Alokasikan waktu belajar dengan menyesuaikan jam biologis dan rutinitas anak. Penuhi kebutuhan dasar anak dan bahasa cintanya terlebih dahulu.
  3. Buat skala prioritas. Kita bisa mengambil kelas atau mengikuti webinar yang benar-benar penting dan mendesak untuk kondisi saat ini terlebih dahulu. Sesuaikan juga dengan kemampuan diri ibu. Jangan terlalu memaksakan diri, karena ada anak yang menanti.
  4. Tuntaskan pekerjaan rumah tangga sebelum anak bangun atau setelah anak tidur. Kelola tenaga ibu atau delegasikan pekerjaan yang bisa dibantu oleh pihak ketiga. Fisik yang lelah juga berpengaruh kepada pikiran, emosi dan mental ibu.
  5. Jika saatnya belajar, maksimalkan waktu belajar. Fokus. Jauhkan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi, seperti sosial media atau chatroom.

Saya masih terus melatih hal ini, bagaimana untuk bisa terus belajar namun tetap bisa membersamai anak, tidak mengabaikan anak. Kita harus mindful, hadir secara penuh saat bersama anak. Yang selalu saya jadikan reminder adalah “Anak lebih penting dari pekerjaan rumah apapun.”

Mungkin kamu punya tips lain untuk menjadi ibu pembelajar? Biasanya kamu lebih suka belajar melalui webinar, kulwap, channel YouTube praktisi, podcast atau apa? Yuk sharing di kolom komentar yaa.. ^^

Follow, Like, Share :

You might also enjoy:

19 Comments

  1. menjadi ibu sendiri itu sebuah pelajaran hidup yang berlangsung terussss hingga ajal menjemput sepertinya. karena pada setiap fase kehidupan anak selalu butuh kehadiran ibu untuk mendampingi dan memberi perhatian. bahkan meski mereka sudah menikah tetap saja mereka datang ke kita dengan kelakuan seperti anak.

  2. Terima kasih banyak mba, membaca artikel ini serasa diingatkan. Selama ini kadang kan merasa kurang waktu untuk mengerjakan hal lain. Ternyata urusan anak memang harus diutamakan, yang lain2 bisa menyusul yaa..

  3. Bersedia untuk terus belajar adalah hal penting dan menjadi salah satu kunci kesuksesan ya mba..termasuk dalam.parenting / menjadi seorang ibu. Trrima kasih sharingnya, sangat membuka wawasan nih..

  4. Makasih sudah mengingatkan, mbak. Saya sedang belajar ini, belajar selalu hadir saat bersama anak. Dibanding bertahun-tahun yang lalu, Alhamdulillah saya lebih berasa ada di tengah-tengah mereka sekarang. Bahagia sekali rasanya, dan Masya Allah ketika akhirnya saya merelakan/melepaskan peluang-peluang yang sebenarnya berpotensi mendatangkan pundi-pundi rupiah, demi tetap bisa memantau mereka, entah ada saja jalanNya untuk dapat rezeki dengan tetap berada di rumah.

  5. saya pun merasa tugas dan tanggung jawab itu memang banyak dan berat., Mungkin kalau dulu, saya berharap jadi ibu yang sempurna, tapi kalau sekarang saya lebih menyadari bahwa kita gak akan pernah menjadi ibu yang sempurna, namun kita tetap bisa menjadi ibu pembelajar sepanjang hayat

  6. Akhir-akhir ini si lebih fokus ke parenting Islam, belajar dari Youtubenya Kak Erlan Bercerita dari Yayasan Anak Muslim Ceria. Selain tausiyah untuk anak, ada juga tausiyah untuk orang tua. Seperti parenting Islami dan psikologi Islam. Jadi orang tua memang nggak boleh berhenti belajar dan berdoa.

  7. Saya belum akrab dengan internet ketika anak-anak masih kecil. Tapi, banyak membaca buku parenting. Saya membaca ketika anak-anak sedang tidur. Memang harus dipraktekkan, jadi gak sekadar tau ilmunya. Tapi, juga pelaksanaannya jangan saklek karena anak kan manusia bukan robot. Sampai sekarang pun saya masih tetap belajar. Karena setiap fase ada cerita masing-masing

  8. Auto langsung sepakat ini si. Menjadi ibu, sama juga dengan tak pernah berhenti belajar. Terutama karena ibu-lah pendamping tumbuh kembang anak-anak, sejak lahir sampai siap menjadi manusia dewasa positif. Tentu saja bersinergi dengan banyak sosok lain, seperti bapak, dunia sekolah anak-anak yang berjenjang, keluarga terdekat serta lingkungan.

  9. Menjadi ibu itu tidak ada sekolah formalnya, makanya sebagai seorang ibu kita kudu jadi ibu pembelajar karena masa pertumbuhan anak tidak bisa diulang lagi. Makasih sudah mengingatkan dengan tulisan menginspirasi ini mba.
    Prioritas ternyata kuntjinya.

  10. menjadi ibu memang menurutku harus tetap rajin belajar apapun yang disuka biar tetap banyak wawasan, tapi tentunya gak mengurangi peran kita sebagai buibu yang hrs merawat anak dan keluarga yaa. Maju terus perempuan Indonesia!

  11. Wah setuju nih ilmu yang harus segera dipelajari itu ilmu yang aplikatif sesuai dengan kebutuhan saat ini ya… Supaya bisa langsung dipraktekan dan mendapat manfaat yang banyak jadinya…

  12. Kalau aku senang mempelajari sesuatu apalagi itu sesuatu yang baru, asal jangan rumit hehehe… membuat otak jadi gak kosong 🙂 Apalagi jika masih punya anak kecil, dan mempelajri hal baru tentang parenting 🙂

  13. mbaaa, relate bgt nih sama saya, pengen bertumbuh dengan segala kerjaan didepan mata yg rasanya itu2 aja tapi butuh lebih baik. manajemennya masih terus belajar dan ditingkatkan insya Allah. semangat bertumbuh utk ibu2 semua

  14. Setuju nihh, jadi ibu itu artinya nggak bakal berhenti belajar supaya bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak. Saya sendiri masih terus belajar, terima kasih tips-tipsnya ya mbak! Helpful banget!

  15. Ibu tempat anak belajar , ibu tempat anak bertanya, ibu tempat pertama anak mengenal dunia maka ibu harus banyak belajar ya mba, tapi tetap mendampingi anak dengan baik

Leave A Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Enjoy this blog? Please spread the word :)