Dulu saya pernah bercerita tentang cara saya menyapih Fais diusia 2 tahun, ternyata cara saya kurang efektif. Kali ini saya mengatur strategi berhenti menyusui agar lebih nyaman untuk saya dan Safa. Saya menggunakan pendekatan Weaning with love (WWL), teknik menyapih dengan cinta. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah Gentle Weaning. WWL ini adalah teknik terbaik untuk menyapih anak ASI karena melatih anak berhenti nenen/ menyusu atas keinginannya sendiri tanpa paksaan dengan tetap menjaga kedekatan anak dan ibunya.

menyapih asi untuk anak 2 tahun
Menyapih dengan cinta | Pic: id.theasianparent.com

Ciri-ciri Anak Siap Disapih

Kapan mulai menyapih anak? Anjuran dari WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan proses menyapih anak dimulai setelah anak genap berusia 24 bulan atau 2 tahun.

Ciri-ciri kesiapan anak untuk disapih dapat dilihat melalui petunjuk-petunjuk berikut:

  1. Minat yang tinggi dalam mengeksplor berbagai jenis makanan padat, seperti mengambil/ menyomot makanan sendiri. Perhatikan juga ekspresi wajah anak saat mencoba mengambil makanan dari piring, antusiaskah?
  2. Sudah memiliki kematangan fisik yang memadai untuk mengolah makanan padat, contoh: memiliki kontrol tubuh yang lebih baik seperti kemampuan duduk tegak dan stabil serta kemampuan mengunyah dan menggigit makanan baik (tanda bahwa gigi dan otot rahang sudah cukup berkembang). Jika belum, kita bisa stimulasi oromotor anak.
  3. Mengerti isyarat komunikasi terkait makan, seperti membuka mulut ketika disodorkan sendok atau meminta minum. Dapat berinteraksi dan meniru perilaku makan orang lain saat makan bersama keluarga.
  4. Menunjukkan kecukupan ASI, kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi selama proses transisi ke makanan padat. Pastikan bahwa berat badan anak dalam kisaran normal (menunjukkan bahwa mereka menerima nutrisi yang cukup) dan pencernaannya sehat.
  5. Minat yang berkurang pada menyusu dan intensitas nenen berkurang. Adanya penolakan nenen yang konsisten mungkin bisa menjadi tanda bahwa anak lebih tertarik pada makanan padat, mungkin lebih mengenyangkan 😀

Mengalihkan ASI ke Susu Formula, Perlukah?

Anak yang biasa menyusu ASI (baik direct breastfeeding atau via botol/ pumping ASI), biasanya kurang berminat dengan susu formula. Jika anak tidak mau minum susu formula, jangan dipaksakan. Anak tidak harus minum susu formula, kita bisa memenuhi kebutuhannya dengan memberi makanan yang bergizi seimbang dan variatif. Makanan yang menarik untuk anak bisa memancing anak untuk makan.

Cara Menyapih Anak 2 Tahun

Menyapih anak dari ASI memang langkah yang penting dan memerlukan pendekatan yang lembut. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan dalam menyapih anak 2 tahun:

Pilih Waktu yang Tepat

Tentukan waktu yang sesuai untuk memulai proses menyapih, bisa lihat tanda kesiapan anak di atas. Ada anak lebih fleksibel saat menyapih, ada juga yang memerlukan lebih banyak waktu. Pastikan situasi kondisi keluarga juga mendukung proses penyapihan ini.

Kurangi Secara Bertahap

Kurangi frekuensi pemberian ASI secara bertahap. Misalnya, jika biasanya memberi ASI tiga kali sehari, kurangi menjadi dua kali, kemudian satu kali. Ini memberikan anak waktu untuk beradaptasi. Jangan menawarkan ASI, namun juga jangan menolaknya saat anak meminta nenen. Don’t offer, don’t refuse. Anak bisa perbanyak waktu bermain atau berkegiatan. Jika anak lapar, berikan makanan.

Tawarkan Alternatif

Sediakan alternatif makanan atau minuman yang dapat menggantikan ASI. Mungkin anak lebih tertarik pada jenis makanan atau minuman tertentu. Ini dapat membantu mengalihkan perhatiannya dari ASI. Berikan makanan favoritnya atau makanan yang menarik perhatiannya. Usahakan tinggi protein.

Strategi Menyapih ASI Untuk Anak 2 Tahun
Alihkan ASI ke makanan favorit anak | pic: orami.co.id/magazine

Libatkan Ayah atau Anggota Keluarga Lain

Biarkan anggota keluarga lain seperti kakak/ nenek/ kakek/ tente/ om terlibat dalam memberikan perhatian dan kenyamanan anak selama proses menyapih. Ibu juga harus tetap memberi perhatian ekstra, ini membantu menciptakan hubungan yang kuat selain dari menyusui.

Ciptakan Rutinitas Baru

Buat rutinitas baru sebagai ritual pengganti yang spesial setelah menyapih, misal membacakan cerita sebelum tidur atau melakukan kegiatan bersama yang disukai anak. Ini dapat membantu menggantikan momen keintiman yang diberikan oleh menyusui. Anak tidak merasakan kehilangan ibunya.

Komunikasi Terbuka dengan Anak

Meskipun anak berusia 2 tahun, tetapi coba komunikasikan perubahan ini kepadanya. Berbicaralah dengan bahasa yang sesuai dengan usianya, dan jelaskan bahwa sekarang dia akan mendapatkan makanan atau minuman, sudah tidak nenen lagi. Sounding ini sebaiknya juga dilakukan jauh hari, misal 1-2 bulan sebelum disapih.

Perhatikan Kebutuhan Emosional Anak

Pastikan kita memberikan perhatian ekstra dan menciptakan ikatan emosional dengan anak selama proses menyapih. Hal ini membantu anak merasa aman dan dicintai tanpa harus tergantung pada ASI. Anak masih membutuhkan physical connection, peluk cium anak kapan pun ia butuhkan <3

Kamu juga bisa mengikuti cara menyapih dengan cinta ala Ibu Pedia :

Strategi Menyapih ASI Untuk Anak 2 Tahun
Cara Menyapih Dengan Cinta | Pic: IbuPedia.com

Siapkan Mental Ibu dan Fisik Ibu

Setiap anak itu unik, proses menyapih bisa berlangsung dengan cara yang berbeda untuk setiap keluarga. Perlu kesabaran dan pengertian dalam mengelola perubahan ini. Jangan lupa selalu mengamati respon anak dan berikan dukungan positif selama proses penyapihan.

Cara menyapih anak 2 tahun bisa berbeda-beda, disesuaikan dengan situasi kondisi dan kesiapan ibu-anak masing-masing. Siapkan mental ibu ya.. dan siapkan juga tubuh ibu. Payudara mungkin akan terasa nyeri. Jika penuh sekali, kita bisa keluarkan ASI sedikit dengan cara memerah ASI dengan tangan. Tubuh akan memberi sinyal ke otak bahwa ada pengurangan kebutuhan ASI.

Safa bulan Maret nanti genap 2 tahun, saya sudah sounding dari akhir tahun lalu kalau nanti saat Safa berusia 2 tahun akan berhenti nenen. Intensitas juga sudah saya kurangi, saya pun merasa payudara mulai sedikit mengisi. Safa sudah mulai suka bermain sendiri dan juga bermain bersama kakak-kakak atau papanya. Makan juga mulai mau, tidak se-picky jaman awal MPASI. Tinggal kebiasaan tidur yang masih nenen nih, harus punya rutinitas sebelum tidur untuk Safa ^^

Bismillah, bisa ya dek, usia 2 tahun kita berhenti nenennya.. InsyaAllah..

Jangan putus asa dalam menyapih dan menyapih lah dengan cinta, weaning with love <3

Teman2 ada strategi apa dalam menyapih anaknya untuk tidak nenen lagi? Sharing di kolom komentar ya..

Referensi:

  • https://id.theasianparent.com/weaning-with-love-gentle-weaning-cara-terbaik-menyapih-anak-asi
  • https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/memerah-asi
  • https://aimi-asi.org/layanan/lihat/menyapih-dengan-kasih
  • https://www.ibupedia.com/infografis/6-cara-menyapi-dengan-cinta
  • https://www.ahaparenting.com/read/12-tips-for-gentle-weaning

You might also enjoy:

4 Comments

  1. perjalanan mengASIhi itu memang penuh warna ya Mak, termasuk saat sudah harus menyapih karena emang anak sudah memasuki usia harus pisah dari nenennya.
    saya juga dulu gitu memilih WWL ketimbang pake cara lama, oles-oles atau menakuti anak, beberapa bulan sebelum usia 2thn udah mulai disounding kalau nanti akan berhenti nenen, dan saat anaknya udah siap gak banyak drama juga dong jadinya 🙂

  2. Memang tidak mudah menyapih anak karena prosesnya cukup panjang dan juga mempengaruhi perkembangan mental dan juga fisik dari anak yang akan disapih. akan tetapi ada masanya itu harus dilakukan karena saatnya anak berkembang untuk menjadi seorang yang makan sesuai dengan umurnya. yang lucu dulu kalau di keluarga saya kalau mau menyapih bisa dengan cara mengoleskan sambiloto ke puting ibunya supaya terasa pahit, biasanya cukup berhasil supaya anak tidak mau menyusu lagi

  3. Memang belum punya anak sendiri sih. Tapi melihat perjuangan mbak ipar kemarin yang menyalin 2 anaknya membuatki salut kepada para ibu2 di luar sana. Memang sounding dari jauh2 hari ini yang perlu dilakukan y kak. Tentu saja pasti ada drama gamau tidur sebelum nen. Ya Allah, sehat2 dan kuat terus ya para ibu yang berjuang menyapih anaknya. Semangaat

  4. MashaAlla~
    Masa-masa menyapih memang membutuhkan kesiapan dari pihak Ibu dan anaknya juga yaa.. Karena selama ini terkoneksi dengan bonding melalui menyusui.

    Kagum banget, Ci..
    Ternyata ada tolak ukur kesiapan anak siap disapih atau engga.
    Aku dulu main sapih aja.. huhu, karena kurang ilmu.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Don`t copy text!