Soal melatih kemandirian anak ini butuh disiplin dan konsistensi yang tinggi bagi Mama. Harus dilakukan terus-menerus sampai jadi kebiasaan. Soalnya kalau mama ga konsisten, ya kaya’ gini nih, Fais lupa sama habit baiknya.. xD

Jadi ceritanya kami sedang di rumah nenek Fais di Kota Metro, Lampung. Sudah sekitar 10 hari kami di sini. Mama perhatikan belakangan ini Fais tidak pernah membereskan mainannya setelah ia bermain. Awalnya memang mama biarkan, mama atau nenek kakeknya yang membereskan. Toleransi yang keterusan. Akhirnya Fais selalu lupa untuk membereskan mainannya. Padahal di rumah, Fais sudah terbiasa merapikan kembali mainannya dan menaruhnya di tempat asalnya.

Melatih Kemandirian Anak - Merapikan Mainannya Sendiri (1)

Hari ini, mama mengingatkan Fais, “Sayang, nanti kalau sudah main, diberesin ya mainannyaa..” dan ia terus asik dengan mainannya. Setelah ia selesai main, ia langsung pergi. Mama kembali mengingatkan, kali ini lebih ke arah ajakan, “Fais udah mainnya? Yuk diberesin dulu mainannya..” dan Fais bilang, “Mama aja.” 😅 “Balapan yuk? Beresin bareng-bareng?”, rayu mama. Tapi Fais bilang, “Ga mau ah..” 

Haduuh~ 

Besok Mama harus lebih rajin nih mengingatkan Fais. Sebenarnya Fais sudah bisa, tinggal me-recall saja.

Semangat 💪🏼

You might also enjoy:

2 Comments

  1. Betul mak. Melatih anak atau mengajarkan mereka akan sesuatu memang butuh kesabaran :). Tapi jika terus-terusan dilatih pastinya akan terbiasa. Semangat maak 🙂

Leave A Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.