Setelah menjadi ibu, anak dan keluarga menjadi prioritas utama. Perubahan ini seharusnya tidak menghambat pengembangan diri ibu. Ibu masih boleh mengejar mimpi. Tentunya tanpa mengabaikan tanggungjawabnya ya.. Tapi tetap saja, kadang suka terbesit kegundahan dalam diri, “Boleh ga sih aku tetap mengejar mimpi?”.

avatar cicifera with 3 kids
“bolehkah ibu punya mimpi?”

1. Apakah Menjadi Ibu Berarti Harus Berhenti Mengejar Mimpi?

Tentu tidak, ibu masih bisa terus bermimpi dan mewujudkannya. Yakin dulu dengan hal ini. Ibu mengejar mimpi setelah punya anak itu tetap bisa.

Ada ibu punya mimpi ingin melanjutkan pendidikan, membangun karier, menulis buku, memulai bisnis, atau mempelajari sesuatu yang baru. Namun setelah memiliki anak, mimpi-mimpi ibu sering kali bergeser ke bagian bawah dari daftar prioritasnya.

Bergeser ke urutan bawah bukan karena ibu sudah tidak menginginkannya. Mimpi itu tidak hilang, hanya diposisi hold saja, menunggu timing yang pas untuk naik prioritasnya. Kita tetap bisa kok menjadi ibu tanpa kehilangan diri sendiri.

2. Mengapa Penting Tetap Mengembangkan Diri Setelah Memiliki Anak?

Pengembangan diri ibu bukan tentang mengejar kesempurnaan atau menjadi lebih produktif daripada ibu modern lainnya.

Lebih dari itu, pengembangan diri ibu adalah kesempatan bagi ibu untuk tetap mengenal dirinya, ibu tetap belajar setelah punya anak, terus mengembangkan potensinya dan mengasah kemampuan/ skill ibu.

Pentingnya pengembangan diri bagi ibu itu bisa meningkatkan rasa percaya diri ibu dan menemukan hal-hal yang membuat hidup ibu terasa lebih bermakna sehingga lebih bersemangat dalam mendampingi anak dan menjadi role model yang baik bagi anak.

Kelas Telur-telur BunCek1 Week1
Lacak kekuatanmu dan latih agar lebih tajam

3. Apa yang Berubah dalam Diri Ibu Setelah Menjadi Ibu?

Banyak hal terasa berubah setelah menjadi ibu. Jika terasa sulit melakukan pengembangan diri setelah menjadi ibu, tidak selalu karena kurang disiplin atau kurang motivasi ya..

Perubahan prioritas, keterbatasan waktu dan energi ibu yang terkuras dalam mengurus rumah, tekanan mental ibu yang berfikir ingin menjadi ibu sempurna di segala aspek, cara ibu memandang dirinya sendiri atau malah mimpinya itu sendiri yang ikut berubah.

Dulu mungkin bisa kemana-kemana sendiri dengan bebas. Bekerja, belajar, melakukan hobi, kongkow bersama teman, olahraga atau gym dengan leluasa. Tapi sekarang suka kepikiran anak dan keluarga kalau lagi berada di luar. Iya kaaann?

Wajar saja.. Terlalu banyak pertimbangan itu juga yang menekan mimpi ibu jadi prioritas nomor sekian. Sudah saatnya menemukan passion setelah menjadi ibu.

4. Bagaimana Menemukan Kembali Mimpi Diri Setelah Menjadi Ibu?

“Aku tuh sebenarnya inginnya apa ya?”

Pertanyaan sederhana ini ternyata bisa terasa sulit bagi seorang ibu modern yang sudah bertahun-tahun terbiasa memikirkan kebutuhan anak atau keluarga terlebih dahulu.

Tidak perlu langsung menemukan satu mimpi besar sebagai jawabannya. Coba berhenti sejenak, melihat kembali apa yang kita sukai dan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk bertanya tentang kehidupan yang ingin kita jalani. Refleksi diri dan bicara pada diri sendiri untuk menemukan jawabannya.

Lebih dalam lagi mengenal diri, mengingat kembali minat sebelum menjadi ibu, mengenali aktivitas yang membuat bahagia, mencari tahu hal yang ingin dipelajari, membuat daftar mimpi-mimpi kecil lalu tentukan satu hal kecil untuk dimulai.

Tidak ada mimpi yang terlalu kecil atau pun terlalu besar. Kita sendiri yang bisa mengukur kapasitas diri kita dengan disesuaikan dengan kondisi kita sekarang yang sudah jauh berbeda. Masih ada jalan untuk orang-orang yang terus berusaha~

simposium hari gizi nasional bersama sunco, masakan rumah the silent killer
tidak ada kata terlambat untuk belajar dan mengejar mimpi

5. Cara Memulai Pengembangan Diri Ibu Tanpa Mengabaikan Keluarga

Pengembangan diri ibu bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat bertumbuh. Yang lebih penting adalah menemukan ritme yang bisa dijalani secara konsisten tanpa membuat ibu semakin kelelahan.

5.1 Mulai dari Hal Kecil dan Realistis

Cara ibu mengembangkan diri bisa mulai dari hal kecil yang realistis untuk dilakukan. Bagi ibu yang harinya sudah penuh, meluangkan waktu sekitar 15-20 menit per hari sudah merupakan hal yang bagus, merupakan kemajuan/ progress juga bagi ibu untuk bertumbuh.

Contoh langkah yang realistis lainnya adalah memberi target membaca sejumlah buku dalam seminggu. Mendengarkan podcast yang membangun sambil melakukan pekerjaan domestik atau berbenah di rumah. Menyempatkan mengambil kelas online atau datang ke kajian ketika semua anak sudah berangkat sekolah.

5.2 Beri Ruang untuk Diri Tanpa Merasa Bersalah

Ada ibu yang merasa bersalah hanya karena ingin memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Ketika anak membutuhkan sesuatu, kebutuhan ibu sering kali langsung dikesampingkan. Padahal, memiliki waktu untuk belajar, beristirahat, atau melakukan sesuatu yang disukai bukan berarti ibu mencintai keluarganya lebih sedikit.

Rasa bersalah memang tidak selalu mudah dihilangkan. Namun, ibu bisa mulai mengubah cara pandang: memberikan ruang bagi diri sendiri bukan berarti meninggalkan keluarga, melainkan menjaga agar ibu tetap memiliki energi dan kesempatan untuk bertumbuh.

ibu punya mimpi

5.3 Pilih Bentuk Pengembangan Diri Ibu yang Sesuai dengan Fase Kehidupan

Gemar Rapi

Ibu Profesional

5.4 Komunikasi dengan Keluarga dan Miliki Support System

5.5 Evaluasi secara Berkala

Kesimpulan

You might also enjoy:

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

tulisan tidak bisa di-copy